Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Wisatawan memadati Pantai Kuta jelang Hari Raya Nyepi di Badung, Bali, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Premium

Antara Ancaman Overtourism dan Target Devisa

11 Desember 2019 | 19:19 WIB
Sektor pariwisata telah dijadikan andalan dalam meraup devisa. Namun, distribusi wisatawan yang merata diperlukan jika tak ingin menimbulkan efek samping negatif.

Bisnis.com, JAKARTA – Belum lama ini, majalah travel AS Fodor’s Travel memasukkan Bali dalam kategori destinasi yang perlu dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi selama 2020 atau No List.

Bali, sebagai pulau yang paling banyak dikunjungi di Indonesia, dinilai telah menderita efek pariwisata massal dalam beberapa tahun terakhir. Sorotan utama tertuju ke masalah sampah, yang mencapai 3.800 ton per hari dan hanya 60 persen yang sampai ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS), kelangkaan air bersih, hingga perilaku wisatawan yang tak sopan.

Fodor’s Travel juga menyoroti Pulau Komodo sebagai destinasi dengan biaya wisata terlalu murah dan patut menaikkan pajak turis untuk kelestarian hewan langka.

Publikasi ini mendapat reaksi dingin dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Dia menilai apa yang disampaikan Fodor’s Travel hanya trik media agar artikelnya dibaca publik.

Wisatawan mancanegara (wisman) membersihkan sampah yang berserakan di kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Selasa (1/1/2019)./ANTARA FOTO-Nyoman Hendra Wibowo

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top