Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Historia Bisnis : Lembaga Riset dan Mentalitas Rekayasa Idaman Habibie

04 Desember 2019 | 20:20 WIB
Sejatinya, cita-cita membangun keunggulan riset dalam negeri sudah lama menjadi idaman bangsa Indonesia sejak lama.

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, lahir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lembaga itu menempel jadi satu dengan Kementerian Riset dan Teknologi yang saat ini dijabat oleh Bambang P.S. Brodjonegoro.

Alasan dibentuknya BRIN disebut karena Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) belum secara maksimal menerapkan inovasi.

Untuk memecah kebuntuan terkait dengan inovasi, pemerintah mendirikan BRIN agar menyinergikan semua potensi riset, tidak hanya di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan institusi masyarakat, kementerian/lembaga lainnya, termasuk kalangan swasta.

Sejatinya, cita-cita membangun keunggulan riset dalam negeri sudah lama menjadi idaman bangsa Indonesia sejak lama. Saat Menteri Riset dan Teknologi masih dijabat oleh B.J. Habibie—yang dalam perjalanan politiknya terpilih sebagai Presiden ke-3 RI— keinginan membangun kelembagaan riset sudah digulirkan.

Dalam pemberitaan Harian Bisnis Indonesia edisi 4 Desember 1990, Habibie menuangkan keinginannya mendirikan lembaga riset baru.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top