Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Harley Davidson Softail Slim S MY17 1.800 cc/harley-davidson.com - ilustrasi
Premium

Menindak Tegas Impor Ilegal Barang Mewah

04 Desember 2019 | 10:27 WIB
Motor gede pabrikan Amerika Serikat (AS) itu masuk dalam bentuk terurai, atau istilahnya eceran. Ini dilakukan untuk mengelabui petugas kepabeanannagar tidak perlu membayar bea masuk atau pajak.

Terungkapnya importasi ilegal onderdil Harley Davidson dalam pesawat Airbus A330-900 seolah membuktikan bahwa pintu masuk barang gelap untuk produk kendaraan bermotor masih terbuka lebar.

Motor gede pabrikan Amerika Serikat (AS) itu masuk dalam bentuk terurai, atau istilahnya eceran. Ini dilakukan untuk mengelabui petugas kepabeananagar tidak perlu membayar bea masuk atau pajak.

Pajak barang mewah untuk motor jenis ini memang cukup besar, yakni mencapai 125% dari harga jual. Maka, wajar banyak oknum yang melakukanpenyelundupan.

“Sedang kami dalami. Mungkin dalam satu atau dua hari akan tuntas,” kata Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Selasa (3/12/2019).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, modus penyelundupan memang kerap terjadi. Dia mencontohkan, kecurangan serupa pernah ditemukan pada kegiatan jasa titip atau jastip dengan komoditas yang lebih kecil.

Jastip adalah jasa yang melayani pembelian barang-barang titipan melalui media sosial. Kegiatan ini beberapa di antaranya ditengarai masuk kategoripenyalahgunaan untuk membawa barang impor ilegal dari satu negara ke negara lain.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top