Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sebuah pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di luar Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. - REUTERS/Christian Hartmann
Premium

Historia Bisnis : Imbal Balik Impor Minyak dari Irak

03 Desember 2019 | 13:02 WIB
Saat Indonesia masih disebut sebagai negara pengekspor minyak, langkah impor juga dilakukan dengan komitmen pertukaran komoditas perdagangan.

Bisnis.com, JAKARTA — Saat menggelar sesi bincang santai dengan jurnalis yang biasa meliput di lingkungan Istana Kepresidenan pada Senin (2/12/2019), Presiden Joko Widodo menjawab sejumlah isu terkini salah satunya terkait dengan impor minyak.

Menurut Kepala Negara, ada pihak yang memang masih senang dengan kebijakan impor minyak ketimbang membangun infrastruktur di dalam negeri. Alhasil, impor itu menganggu transaksi perdagangan Indonesia.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah memiliki sejumlah solusi untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) seperti produksi produk subtitusi impor serta kebijakan biofuel.

"Kenapa ini enggak bisa dikerjakan bertahun-tahun? Ya karena masih banyak yang senang impor minyak. Gampang, menyelesaikan masalah dengan impor itu paling mudah. Untungnya juga gede, bisa dibagi ke mana-mana," katanya.

Impor minyak oleh Indonesia bukan isu baru. Bahkan, saat Indonesia masih disebut sebagai negara pengekspor minyak, langkah impor juga dilakukan dengan komitmen pertukaran komoditas perdagangan.

Harian Bisnis Indonesia pernah menurunkan artikel terkait dengan kebijakan impor minyak pada edisi 30 November 1988.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top