Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kendaraan melintas di bawah papan informasi Electronic Road Pricing (ERP) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (20/11/2019). - ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Premium

Bisakah Skema Jalan Berbayar Jadi Obat Macet Ibu Kota?

02 Desember 2019 | 15:30 WIB
Salah satu penyebab utama kemacetan Jakarta dan sekitarnya adalah besarnya jumlah kendaraan pribadi. Dari 88 juta pergerakan di Jabodetabek, hanya 8 persen yang memakai angkutan umum.

Bisnis.com, JAKARTA – Berbagai kebijakan terkait lalu lintas dan transportasi publik yang diterapkan di Jakarta dan kota-kota satelitnya seakan tak mampu menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta Raya.

Rencana penerapan jalan berbayar melalui skema Electronic Road Pricing (ERP) pun kembali diangkat. Kebijakan ini pertama kali dimunculkan pada masa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada 2006, alias 13 tahun lalu.

Namun, meski pemimpin ibu kota sudah enam kali berganti hingga kini dijabat oleh Anies Baswedan, ERP tak kunjung berbuah.

Kini, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengaku ingin serius mulai menerapkan ERP. Ada tiga ruas jalan menuju DKI Jakarta yang bakal menggunakan sistem ini mulai 2020, yakni Jalan Kalimalang, Jalan Daan Mogot, dan Jalan Margonda.

Ruas pertama merupakan penghubung antara Jakarta dengan Bekasi, ruas kedua menghubungkan Jakarta dengan Tangerang, dan ruas terakhir menjadi jembatan antara ibu kota dengan Depok. Ketiganya adalah kota penyangga Jakarta.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top