Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Premium

Kolaborasi Jadi Kunci Lampaui Ekspektasi

27 November 2019 | 13:40 WIB
Sektor logistik kemungkinan bakal menatap 2020 dengan berhati-hati di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi global dan belum adanya kebijakan domestik yang mampu menstimulasi.

Bisnis.com, JAKARTA — Menumpuknya tantangan, terutama dari sisi eksternal, di sektor logistik memaksa pelaku usaha dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kolaborasi demi kinerja yang positif.

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menegaskan pentingnya kolaborasi pelaku usaha logistik, industri, perguruan tinggi, dan pemerintah untuk meningkatkan kinerja logistik nasional. Ketua Umum DPP ALFI Yukki N. Hanafi menyatakan kolaborasi dapat mendorong investasi dan menambah daya saing ekspor komoditas unggulan di pasar global.

Sinergi pelaku usaha juga disebut memungkinkan ekosistem logistik yang komprehensif dan efisien.

“Apabila ekosistem logistik yang efisien terwujud, maka hal ini akan dapat mendorong investasi serta meningkatkan ekspor, sehingga defisit neraca perdagangan yang beberapa tahun terakhir dialami Indonesia dapat diatasi. Bahkan, neraca perdagangan internasional Indonesia akan lebih sehat atau positif,” paparnya, Senin (25/11/2019).

Perang dagang AS-China yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir berdampak kepada performa industri logistik Indonesia. Pasalnya, kinerja sejumlah sektor, seperti otomotif, elektronik, pertanian, serta Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) turut menunjukkan pelemahan karena terpengaruh kondisi ekonomi global.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top