Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pesawat menembus kabut asap saat lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/10/2019). - ANTARA /Mushaful Imam.
Premium

Ketika Bandara Menghadapi Masa Sulit

26 November 2019 | 09:44 WIB
Hubungan antara maskapai penerbangan dan bandara adalah interaksi yang saling menguntungkan. Ibarat simbiosis mutualisme, bandara akan mendapatkan limpahan keuntungan jika jumlah penumpang pesawat melonjak.

Hubungan antara maskapai penerbangan dan bandara adalah interaksi yang saling menguntungkan. Ibarat simbiosis mutualisme, bandara akan mendapatkan limpahan keuntungan jika jumlah penumpang pesawat melonjak. Sebaliknya, saat arus penumpang angkutan udara merosot, bisnis bandara juga menurun.

Bisnis penerbangan nasional yang melesu sepanjang 2019 telah berdampak pada seretnya kinerja BUMN operator penerbangan, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II (Persero). Namun, mereka belum menyerah, bahkan keduanya mencegah agar rapor tutup tahun tidak memerah.

Di tengah kondisi yang masih suram, PT Angkasa Pura II (Persero) mengaku hanya menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 1% pada 2019 dibandingkan dengan 2018.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengklaim kinerja perseroan cukup baik meski iklim usaha kurang berpihak. Kendati pada tahun ini jumlah penumpang pesawat merosot hingga 20%, lanjutnya, pihaknya tetap optimistis pendapatan setidaknya bisa tumbuh 1% dibandingkan dengan 2018.

“Hingga akhir 2019 ini kami proyeksikan pendapatan usaha mencapai Rp9,57 triliun atau tumbuh sekitar 1% dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Awaluddin kepada Bisnis.com, Senin (25/11/2019).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top