Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Suryo Utomo saat diambil sumpah saat pelantikan sebagai Dirjen Pajak menggantikan Robert Pakpahan yang memasuki masa pensiun di Jakarta, Jumat (1/11 - 2019). Istimewa
Premium

Jurus Ditjen Pajak Hindari Kutukan Shortfall

26 November 2019 | 10:53 WIB
Untuk menghindari kejadian serupa pada tahun depan, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap wajib pajak (WP). Tak tanggung-tanggung, pengawasan tersebut akan dilalukan berdasarkan kewilayahan.

Bisnis.com, JAKARTA – Shortfall penerimaan pajak 2019 dipastikan membengkak dari outlook APBN 2019 yang ditargetkan senilai Rp1.437,1 triliun.

Untuk menghindari kejadian serupa pada tahun depan, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap wajib pajak (WP). Tak tanggung-tanggung, pengawasan tersebut akan dilalukan berdasarkan kewilayahan.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan bahwa agenda utama tahun 2020 adalah perluasan basis pajak. Salah satu skemanya dengan menempatkan satu seksi untuk mengawasi kepatuhan WP di wilayah tertentu. Dengan skema tersebut, setiap wilayah bisa dipetakan tingkat kepatuhannya oleh petugas pajak.

“Jadi nanti kami akan data dulu baru mencari orang. Kemudian ada informasi ada orang ada sesuatu tetapi tidak memiliki NPWP, jadi mengarah ke basis informasi baru,” kata Suryo, Senin (25/11/2019).

Seperti diketahui, realisasi kepatuhan wajib pajak (WP) sampai awal November 2019 masih jauh dari ekspektasi. Pasalnya dari target kepatuhan wajib pajak sebesar 85% dari total WP wajib SPT sebesar 18,3 juta, WP yang menyampaikan SPT hanya 13 juta atau masih pada angka 71%.

Terkait dengan target penerimaan 2019, pemerintah mengakui bahwa target penerimaan tahun ini bakal melebar dari outlook. Dengan pertumbuhan penerimaan pajak sampai Oktober 2019 hanya 2,5%, pemerintah memastikan penerimaan pajak 2019 berisiko melebar dari outlook APBN 2019 sebesar Rp1.437,1 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top