Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Lokal Bakal Ramaikan Industri Cairan Vape

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia akan mendorong pembuatan good manufacturing proccess terkait proses produksi cairan nikotin murni kepada Kementerian Perindustrian.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 26 November 2019  |  18:30 WIB
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape). - ANTARA
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menyatakan investasi industri cairan rokok elektrik atau vaporizer (vape) dari pabrikan lokal bakal tumbuh.

Ketua Bidang Organisasi APVI Garindra Kartasasmita mengatakan investasi tersebut memungkinkan pabrikan lokal memproduksi cairan nikotin murni di dalam negeri. Produsen cairan vape selama ini bergantung sepenuhnya pada impor untuk mendapatkan cairan nikotin murni.

“Kami sudah sounding [ke Kementerian Perindustrian]. Nanti akan dimatangkan lebih lanjut [proses produksinya],” katanya kepada Bisnis, Selasa (26/11/2019).

Garindra mengatakan pihaknya akan mendorong pembuatan good manufacturing proccess alias GMP terkait proses produksi cairan nikotin murni kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Di samping itu, Garindra menyampaikan agar para petani tembakau tidak khawatir kehilangan pekerjaan lantaran semua bagian dan jenis tembakau dapat digunakna sebagai bahan baku.

Garindra mengemukakan dari ampas, daun, hingga batang pohon tembakau dapat dijadikan bahan baku. Menurutnya, teknologi pembuatan cairan yang ada di dalam negeri saat ini mampu mengubah 20 kg tembakau menjadi 1 liter nikotin murni. Namun, produksi nikotin murni di dalam negeri baru sebatas untuk konsumsi pribadi lantaran minimnya regulasi.

Garindra mengatakan para produsen akan mengimpor mesin yang lebih efisien jika izin produksi nikotin murni telah keluar. Adapun, efisiensi pada mesin terkini sebesar 50% dari mesin yang ada di dalam negeri saat ini.

Garindra mengatakan produksi nikotin garam pada tahun ini melonjak lantaran pengguna cairan nikotin garam tumbuh menjadi lebih dari 1 juta orang.

Adapun, nikotin garam memiliki kandungan nikotin yang lebih tinggi yakni 25%-30% per botol. Adapun, saat ini cairan nikotin garam menopang berkontribusi 50% dari total produksi cairan vape pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Vape
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top