Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019. - Bisnis/Radityo Eko
Premium

Perlu Respons Radikal Hadapi Tantangan Ekonomi Global

25 November 2019 | 11:46 WIB
Dalam laporan yang dirilis pekan lalu, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menggaris bawahi sejumlah risiko yang dapat menghambat investasi dan arus perdagangan, salah satunya eskalasi perang dagang AS-China.

Sikap pemerintah dunia yang tidak segara merevolusi kebijakan dan cara berinvestasi akan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global ke depan.

Dalam laporan yang dirilis pekan lalu, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menggaris bawahi sejumlah risiko yang dapat menghambat investasi dan arus perdagangan, salah satunya eskalasi perang dagang AS-China.

Lembaga yang berbasis di Paris itu juga menyebutkan lebih banyak tantangan sistemik mulai dari perubahan iklim, teknologi, dan fakta bahwa perang perdagangan hanyalah bagian dari perubahan besar dalam tatanan global.

Menurut Kepala Ekonom OECD Laurence Boone, yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah dunia akan terus dihadapi dengan kesulitan untuk beberapa dekade ke depan jika pihak berwenang hanya menanggapi perlambatan pertumbuhan dengan penawaran fiskal jangka pendek dan penyesuaian moneter.

Pemerintah dunia telah gagal mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, digitalisasi ekonomi, dan runtuhnya tatanan multilateral sejak jatuhnya Komunisme.

"Akan menjadi kesalahan kebijakan jika pergeseran ini dipertimbangkan sebagai faktor sementara yang dapat diatasi dengan kebijakan moneter dan fiskal: ini sifatnya struktural," kata Boone, dikutip melalui Bloomberg, Minggu (24/11/2019).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top