Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Lihat Foto
Premium

Mengawal Investasi US$5 Miliar dari Asia Timur

Demi mengerek realisasi investasi asing, pemerintah gencar jemput bola, di antaranya dengan mengunjungi Jepang dan Korea Selatan.
Siti Munawaroh
Siti Munawaroh - Bisnis.com
18 November 2019 | 13:42 WIB

Bisnis.com, TOKYO — Investasi agaknya menjadi salah satu kata yang paling sering disampaikan Presiden Joko Widodo, akhir-akhir ini.

Mengacu kepada data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi yang masuk mencapai Rp601,3 triliun dalam periode Januari-September 2019. Angka tersebut diklaim mencakup 75,9 persen dari target tahun ini, yang sebesar Rp792 triliun.

Jika dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu, nilai tersebut juga tercatat tumbuh 12,3 persen secara year-on-year (yoy), dari sebelumnya Rp535,4 triliun.

Meski demikian, pertumbuhan yang terjadi dipandang belum maksimal. Berbagai rencana disampaikan, mulai dari pemangkasan eselon yang diharapkan berdampak positif terhadap penyederhanaan birokrasi dan mempermudah perizinan, permintaan agar Pemerintah Daerah (Pemda) mempermudah izin investasi di daerah masing-masing, hingga penyusunan omnibus law yang menyangkut berbagai sektor.

Upaya yang dilakukan tak hanya menyangkut urusan internal. Kunjungan ke luar negeri untuk menggaet para calon investor secara langsung terus dilakukan, salah satunya ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top