Premium

Harap-harap Cemas Industri Ritel

Realisasi pertumbuhan industri ritel modern nasional diproyeksi tak sampai 10 persen pada 2020. Salah satunya akibat perang dagang AS-China.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 November 2019  |  15:14 WIB
Harap-harap Cemas Industri Ritel
Pengunjung memilih pakaian di salah satu toko yang mengikuti program Jakarta Midnight Sale di sebuah mal, di Jakarta, Jumat (16/6/2017). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Dampak perang dagang antara AS dan China makin terasa di berbagai sektor di Indonesia, termasuk industri ritel nasional.

Bahkan, pelaku usaha ritel memperingatkan kemungkinan membanjirnya berbagai produk asal Negeri Panda di Indonesia jika perang dagang terus berlanjut.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) periode 2015-2019 Tutum Rahanta mengatakan saat ini saja, produk-produk tersebut dapat dengan mudah dipasarkan melalui platform dagang-el (e-commerce) yang belum…

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top