Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Infogafis Bisnis dotcom
Premium

Seksinya Bisnis Kargo Udara di Indonesia

12 November 2019 | 10:53 WIB
Kabar baik itu datang dari PT Garuda Indonesia Tbk. Maskapai pelat merah itu ingin menggunakan pesawat tanpa awak atau drone guna memaksimalkan angkutan kargo khusus dagang-el. Tak tanggung-tanggung, Garuda Indonesia akan mendatangkan 150 unit pesawat nirawak secara bertahap.

Kabar baik itu datang dari PT Garuda Indonesia Tbk. Maskapai pelat merah itu ingin menggunakan pesawat tanpa awak atau drone guna memaksimalkan angkutan kargo khusus dagang-el. Tak tanggung-tanggung, Garuda Indonesia akan mendatangkan 150 unit pesawat nirawak secara bertahap.

Tentu saja, kabar itu disambut suka-cita sektor pengiriman barang. Inovasi pesawat nirawak untuk pendistribusian itu bakal memudahkan proses pengiriman barang. Namun, ada pihak yang menganggap cara ini belum teruji sehingga bisa memicu kekacauan. Jangan sampai karena jargon efisiensi, kecepatan, ketepatan, dan harga murah, pebisnis mengabaikan masalah besar di depan mata.

Dari perspektif konsumen, banyak yang bertanya-tanya apakah cara pengiriman barang menggunakan pesawat tanpa awak (unmanned aircraft vehichle/UAV) alias drone dapat menjamin keamanan, kecepatan, harga murah, dan keselamatan? Seberapa mampukah drone menjangkau konsumen di wilayah terpencil?

Satu-satunya pihak yang optimistis akan inovasi layanan ini adalah dari para pelaku bisnis ekspedisi sendiri. Sebagian mereka sangat mendukung, bahkan kalau bisa drone ini segera mengudara.

Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi menjelaskan anggotanya ingin mencari alternatif pengiriman yang memang menawarkan biaya tidak terlalu tinggi, dan tidak mengurangi kecepatan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top