Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Premium

Susun Strategi Demi Logistik

11 November 2019 | 14:13 WIB
Kinerja sektor logistik nasional tak selamanya seiring sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi kuartal III/2019 bisa menjadi contoh.

Bisnis.com, JAKARTA – Meski pertumbuhan ekonomi nasional hanya mencapai 5,02 persen pada kuartal III/2019, tapi kinerja sektor transportasi dan pergudangan alias logistik nyatanya mampu menyentuh 6,63 persen secara year-on-year (yoy).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar 5,64 persen yoy.

Realisasi ini sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, walaupun memang masih belum bisa mencapai target di atas 7 persen. Adapun pada kuartal I/2019 dan kuartal II/2019, angkanya masing-masing hanya 5,25 persen dan 5,78 persen.

Ada sejumlah alasan yang menjadi penghambat pertumbuhan yang lebih kencang, baik dari eksternal maupun internal. Dari sisi global, tekanan antara lain datang dari perang dagang AS-China, yang melunturkan aktivitas ekspor impor.

Sementara itu, dari sisi domestik, ada pelemahan sektor manufaktur yang menyusutkan konsumsi serta fluktuatifnya harga komoditas.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019)./Reuters-Kevin Lamarque

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top