Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Premium

Merajut Perlindungan untuk Tekstil Nasional

11 November 2019 | 17:05 WIB
Laju impor produk tekstil terus menekan kinerja sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional meski sudah ada berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Bisnis.com, JAKARTA — Meski sudah ada berbagai kebijakan untuk melindungi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, tapi laju importasi masih belum terbendung sepenuhnya.

Pelaku usaha industri TPT pun meminta pengetatan pengawasan proses importasi demi memperkuat efektivitas penerapan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMPTS) impor TPT.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI) Redma Wirawasta menyampaikan tanpa pengawasan ketat, laju impor TPT yang dikenakan safeguards sementara akan tetap tinggi. Pasalnya, para importir nakal bakal terus mencari celah.

“Kunci efektivitas kebijakan BMTPS ini ada di pengawasan. Sebab, bisa jadi nanti importir berusaha memalsukan atau mengganti kode harmonized system [HS] produk yang impornya dikenakan BMTPS menjadi produk yang tidak diberlakukan BMTPS,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (10/11/2019).

Kekhawatiran itu disampaikannya karena berkaca pada kasus pelanggaran importasi besi dan baja di Indonesia yang menggunakan modus yang sama untuk mengelabui pengawasan pemerintah. Apalagi, aktivitas impor TPT borongan kembali marak terjadi walaupun sudah dilarang pemerintah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top