Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Puluhan nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group berunjuk rasa saat berlangsung sidang kasus penipuan dan penggelapan Koperasi Pandawa di Kejaksaan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (2/11/2017). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Premium

Awas Terjegal Koperasi Ilegal

07 November 2019 | 09:19 WIB
Praktik investasi ilegal dapat muncul dengan berbagai bentuk, termasuk koperasi. Tak sedikit entitas koperasi yang disalahgunakan oleh pengurus atau oknum lainnya sehingga justru merugikan masyarakat lewat iming-iming keuntungan besar.

Bisnis.com, JAKARTA — Sebuah pesan singkat tiba-tiba masuk dari nomor pengirim tak dikenal, belum lama ini. Sebuah penawaran kredit pinjaman yang kental aroma penipuan.

“Kami dari KSP Sejahtera Bersama menawarkan Pinjaman Online di seluruh Indonesia mulai 5 juta – 500 juta. Proses cepat dan mudah,” begitu bunyi pesan yang saya terima dan disertai dengan nomor layanan WhatsApp si pengirim.

Jejak digital tentang adanya kasus penipuan atas nama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama Bogor sudah pernah terjadi berbulan-bulan lalu berupa tawaran investasi.

Namun, pada Maret 2019, pengawas KSP itu mengaku nama koperasi dicatut oleh sebuah perusahaan financial technology (fintech) untuk menghimpun dana secara tidak resmi dari masyarakat.

Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Sedikit berbeda dengan pengakuan KSP Sejahtera Bersama soal pencatutan nama, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa sejumlah koperasi memang ditemukan melakukan aktivitas yang tak sesuai dengan izinnya alias ilegal.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top