Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

JOKOWINOMICS DI SEKTOR MIGAS : Menanti Tuah Periode Pemungkas

20 Oktober 2019 | 10:24 WIB
Seri pemungkas dari lima tulisan yang membahas mengenai performa sektor migas selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Tulisan ini berfokus pada capaian periode pertama dan tantangan yang menanti di periode kedua.

Pelantikan dilaksanakan. Era kepemimpinan Presiden Joko Widodo jilid II diharapkan dapat mendorong kepercayaan pemangku kepentingan subsektor minyak dan gas bumi (migas). 

Berbicara soal migas, sebagian dari kita tentu tahu bahwa negara dengan produksi migas yang tinggi, identik dengan negara kaya. Kita pun sudah pernah merasakannya ketika Indonesia menjadi negara net eksportir minyak. 

Namun, masa keemasan itu berlalu pada 2003 silam ketika negara yang memiliki 132 cekungan ini resmi menjadi net importir minyak.

Harus diakui, kinerja produksi migas, khususnya minyak bumi mengalami penyusutan dengan rentang 1% - 3% dalam 5 tahun belakangan. Selain itu, berdasarkan BP Statistical Review 2019, produksi minyak Indonesia menurun sebanyak 3,5% pada 2018 atau di atas rata-rata penurunan selama 10 tahun terakhir di angka 1,5%.

Data dan fakta suram ini, tidak lantas membuat masa depan sektor migas Indonesia kelabu. Kepercayaan stakeholders migas kepada kepemimpinan Jokowi diharapkan dapat dijabarkan dengan strategi dan program yang konkret.

Kembali ke awal masa kepemimpinan Jokowi, tepatnya 2015, sebenarnya pelaku bisnis percaya bahwa ada perbaikan di sektor ini setelah mantan pengusaha mebel ini menghapus subsidi Premium dan menutup PT Pertamina Energy Limited atau Petral.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top