Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi kosmetik. - Istimewa
Premium

'Merias' Industri Kosmetik untuk Penuhi Kewajiban Halal

17 Oktober 2019 | 16:32 WIB
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menyatakan produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Bisnis.com, JAKARTA -- Per hari ini, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mulai berlaku. Bersama dengan industri makanan dan minuman serta farmasi, produk kosmetik pun terkena kewajiban memiliki sertifikat halal.

Pasal 4 UU 33/2014 menyebutkan produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Produk yang dimaksud adalah makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

Produk kosmetik dan farmasi atau obat-obatan diberikan kelonggaran selama dua tahun atau sampai 17 Oktober 2021 untuk mulai melakukan sertifikasi halal.

Sertifikasi ini mencakup bahan baku, lokasi, tempat dan alat dalam penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk.

Karyawati merapikan berbagai produk kosmetik di sebuah gerai di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top