Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja melakukan pengemasan saat memproduksi vaksin di laboratorium milik PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/8/2018). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Lihat Foto
Premium

Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal

Seperti halnya industri makanan dan minuman, kewajiban sertifikasi halal juga berlaku untuk produk farmasi dan obat-obatan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com
17 Oktober 2019 | 07:40 WIB

 Bisnis.com, JAKARTA -- Sutinah (82) dan anaknya Eko Yuwono (59) baru saja keluar dari sebuah rumah sakit di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur.

Eko membawa sebuah kantong kertas berisi sejumlah obat untuk penyakit Tuberkulosis (TBC) yang diidap ibunya.

Di kantong itu tertulis nama dua obat. Kedua obat itu tidak memiliki logo halal di bungkusnya.

Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut.

Meski demikian, Sutinah menyatakan alangkah baiknya apabila obat yang dikonsumsinya terdapat logo halal.

“Jadi terjamin halal atau enggaknya,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top