Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Premium

KPK dan Komitmen Investasi

11 Oktober 2019 | 13:48 WIB
Birokrasi dan korupsi masih menjadi tantangan utama dalam menarik investasi ke Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi seringkali menjadi perhatian masyarakat karena kasus-kasus yang ditanganinya. Tak jarang kasus-kasus itu terkait dengan pejabat publik atau pihak swasta bernama besar.

Namun, ada yang berbeda kali ini. Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko bahwa lembaga anti rasuah itu memberikan kontribusi negatif terhadap investasi di Indonesia bisa dibilang pertama kalinya pejabat publik menghubungkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan penanaman modal di Indonesia. 

Hal itu pun langsung mendapatkan respons dari berbagai pihak. Ada yang menyebut pernyataan mantan Panglima TNI itu cacat logika. Bahkan, KPK juga meminta yang bersangkutan membuktikan pernyataannya. 

Belakangan, Moeldoko pun meralat apa yang disampaikannya. Melalui siaran pers, dia menyatakan bahwa kepastian hukum jadi faktor penting dalam investasi. 

Untuk itu, lewat revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Tindak Pidana Korupsi (KPK), regulator memberikan kepastian hukum berupa tambahan wewenang penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Staf Kepresiden Moeldoko (kiri) dan Mensesneg Pratikno (kanan) berjalan meninggalkan ruangan usai menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019)./Antara

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top