Urus Paket UMKM, Pos Indonesia Segera Gandeng Mitra Internasional

Pos Indonesia tengah menyiapkan kerja sama operasi dengan rekan bisnis internasional untuk mendukung ekspor produk UMKM melalui aktivitas kiriman internasional.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 September 2019  |  17:14 WIB
Urus Paket UMKM, Pos Indonesia Segera Gandeng Mitra Internasional
Pekerja mendata paket barang sebelum dialihkan ke pusat pemrosesan pos untuk dikirim ke tujuan, di Kantor Pos Besar Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pos Indonesia tengah menyiapkan kerja sama untuk menjadi konsolidator pengiriman paket internasional khusus produk usaha mikro kecil dan menengah serta industri kecil dan menengah.

Vice President Pos Internasional PT Pos Indonesia (Persero) Yanto Hutajulu menuturkan, tengah menyiapkan kerja sama operasi dengan rekan bisnis internasionalnya untuk mendukung ekspor produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui aktivitas kiriman pos/paket internasional.

"Kami akan melakukan kerja sama operasi dengan partner untuk menjadi konsolidator atas kiriman barang khususnya produk-produk UMKM dan IKM dengan mengoptimalkan saluran yang tersebar di seluruh Indonesia hingga 58.700 titik baik itu kantor pos, Agenpos serta O-rangers," jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, jaringan kantor pos hingga 4.800 akan menjadi stock point atas produk barang tersebut. Dia menerangkan dengan pola hub and spoke serta gerbang udara, darat, dan laut paket tersebut akan didistribusikan ke tujuan.

"Hub dan stick point juga dapat berfungsi sebagai inventory parcel atau barang tersebut," imbuhnya.

Langkah memperkuat bisnis internasional itu, paparnya, sangat berkorelasi keberadaan regulator seperti Direktorat Jenderal Bea Cukai serta instansi khusus terkait lainnya seperti karantina dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pos Indonesia, katanya, melakukan penetrasi pasar berorientasi ekspor khususnya produk-produk unggulan hasil UMKM dan IKM serta melakukan ekspor dengan pola non-universal postal union (UPU), baik udara melalui kargo internasional umum, maupun kargo laut umum.

"Sedangkan di sisi impor pos akan melakukan pemberdayaan tempat penimbunan sementara [TPS] dengan memberikan fasilitas layanan kepabeanan dan impor berbasis data dengan proses penyelesaian yang terukur dari sisi waktu proses," jelasnya.

Selain itu, kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan administrasi pungutan negara baik bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) dengan mengoptimalkan fasilitas layanan Giropos.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pos indonesia, pengiriman barang

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top