Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mendorong Kemanfaatan Wakaf Bagi Pembangunan

Wakaf tunai disebut memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebutkan potensi wakaf tunai di Indonesia mencapai Rp40,5 triliun-Rp75 triliun per tahunnya.
Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh memberikan penjelasan pada Media gathering dan bincang wakaf produktif di Jakarta, Selasa (14/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh memberikan penjelasan pada Media gathering dan bincang wakaf produktif di Jakarta, Selasa (14/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Underlying Asset CWLS Harus Dipertegas

Peneliti Indef Abra Talattov mengimbau kepada pemerintah untuk mempertegas underlying asset dari CWLS.

Untuk diketahui, dalam keuangan syariah semua transaksi harus memiliki keterkaitan dengan sektor riil.

Wakaf tunai yang diinvestasikan dalam sukuk negara harus memiliki proyek yang jelas agar masyarakat tertarik untuk menempatkan dana di instrumen tersebut.

"Karena CWLS bukan sukuk yang menghasilkan imbalan, pemerintah perlu menjelaskan framework mengenal CWLS kepada masyarakat," kata Abra kepada Bisnis.com, Minggu (28/7/2019).

Abra menyarankan agar standardisasi CWLS sama seperti green sukuk di mana calon investor dapat mengetahui standar yang dipakai pemerintah dalam menyalurkan pembiayaan.

Di lain pihak, ekonom Core Akhmad Akbar Susamto mengatakan, CWLS selaku investasi sosial memerlukan sosialisasi yang gencar agar masyarakat mengetahui mengenai instrumen tersebut.

"Memang bentuk investasi ini masih baru, dan wajar kalau masyarakat banyak yang belum tahu," kata Akbar kepada Bisnis.com, Minggu (28/7/2019).

Proyek yang didanai oleh CWLS juga perlu diarahkan menuju proyek yang terkait dengan pelayanan masyarakat.

"Secara prinsip, saya menghargai berbagai inovasi yang dilakukan untuk mendorong kontribusi ekonomi syariah yang lebih besar dalam perekonomian Indonesia," ujarnya. (Bersambung halaman berikutnya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhamad Wildan
Editor : Achmad Aris

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper