Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Premium

Tak Semata Migas 'Biang Keladi' Tekornya Neraca Dagang

15 Juli 2019 | 10:37 WIB
Presiden Joko Widodo mulai gusar menatap neraca dagang. Sektor migas disorot sebagai pemicu defisit yang kian mengganas.

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo tancap gas dalam rapat kabinet bersama jajarannya. Pokok soal yang dibahas adalah defisit perdagangan yang dianggap kian menganga.

Para pejabat sektor energi sekaligus pucuk kementerian perusahaan pelat merah seakan kena semprot. Jokowi menilai lagi-lagi sektor migas merongrong keseimbangan neraca dagang.

"Kalau didetailkan lagi [impor] migas juga naiknya gede sekali. Hati-hati di migas, Pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, Bu Menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena paling banyak ada di situ [migas]," ucapnya dalam rapat kabinet, pekan lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun angkat bicara. Menurutnya, guna mendandani kinerja ekspor impor, dibutuhkan upaya gotong royong dari seluruh anggota kabinet.

"Dari saya, menyampaikan laporan semester I/2019 dari APBN, terlihat bahwa dari sisi external balance-nya yaitu ekspor impor, mengalami pelemahan dan itu berkontribusi kepada pelemahan ekonomi kita di dalam negeri juga. Sehingga, membutuhkan perhatian dari seluruh kementerian dan lembaga untuk memacu perdagangan terutama ekspor dan untuk menjaga subtitusi impor tetap terbangun," papar Sri Mulyani.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top