Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengemudi ojek daring atau ojek online (Ojol) mengantar penumpang melintas di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Premium

Perang di Balik Wacana Pembatasan Diskon Ojol

17 Juni 2019 | 15:46 WIB
Perang promo layanan transportasi daring atau ojek online (ojol) hanya garis depan laga antara persaingan layanan finansial berbasis digital alias financial technology (fintech).

Bisnis.com, JAKARTA -- Siapapun kini, terutama masyarakat di kota-kota besar, merasakan mobilitas hidup lebih mudah, lebih murah. Kemunculan layanan transportasi daring membuat masyarakat mudah hilir mudik.

Layanan transportasi itu pun menerapkan konsep door-to-door. Konsumen dijemput dan diantar hingga pintu gerbang tujuan.

Pengguna aplikasi ojek online (ojol) pun kian berlimpah. Sejalan dengan itu, para mitra pengemudi ikut bertambah.

Lebih-lebih, bagi pengguna ojol, banjir promo bukan sekadar isapan jempol. Kerapkali, pengguna aplikasi ojol yang sekaligus menjadi basis pengguna aplikasi pembayaran digital terkait, seperti OVO untuk Grab dan Go-Pay untuk Go-Jek, nyaris tak membayar tunai.

“Saya seringkali dapat promo Rp1 dengan menggunakan OVO jika menggunakan ojol,” ungkap Yuliansari, salah seorang pelanggan ojol asal Depok kepada Bisnis, Minggu (16/6/2019).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top