Premium

NGOBROL EKONOMI: Uninterupted Reform & Kabinet Eksekutor

Presiden bisa memberikan penugasan kepada korporasi swasta besar untuk membangun sektor riil, dengan pendekatan stick dan carrot yang baik. Mereka perlu diberikan insentif yang kuat, namun dengan target dan key performance indicator yang terukur.
Arif Budisusilo
Arif Budisusilo - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  12:01 WIB
NGOBROL EKONOMI: Uninterupted Reform & Kabinet Eksekutor
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menperin Airlangga Hartarto (kiri), Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menhub Budi Karya Sumadi dan Mendag Enggartiasto Lukita menekan tombol pelepasan ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa, di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Barangkali ini bisa dianggap sebagai hadiah Lebaran. Empat perusahaan milik Negara alias BUMN masuk daftar perusahaan publik terbesar dunia pada 2019. Bukan sembarangan, mengingat lembaga yang mengeluarkan daftar itu adalah majalah Forbes.

Mereka adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero)Tbk., PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 

Forbes menyusun daftar peringkat perusahaan publik terbsear di dunia pada 2019, dengan sejumlah kriteria, yakni nilai…

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top