Fasilitas Pendidikan di Kawasan Industri Dorong Minat  Investor

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri dapat menjadi magnet bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan tersebut.
Andi M. Arief | 29 April 2019 00:59 WIB
Suasana di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Kamis (8/3/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri dapat menjadi magnet bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan tersebut.

Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut diproyeksi dapat memasok kebutuhan tenaga kerja yang kompeten.

Kemenperin menghitung investasi di sektor industri manufaktur memiliki tingkat pertumbuhan majemuk sebesar 3,67% pada 2014--2018. Adapun, akhir tahun lalu investasi di sektor industri mencapai Rp226,1 triliun. Sementara itu, industri manufaktrur telah menyerap 18 juta orang pada tahun lalu.

Seperti diketahui, program pembangunan politeknik maupun akademi komunitas di sekitar kawasan industri merupakan langkah kementerian untuk mengantisipasi kompetensi SDM yang diperlukan pada masa depan. 

Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Mujiyono mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah menyelaraskan kurikulum maupun fasilitas praktikum dengan kebutuhan industri. Dengan kata lain, fasilitas tersebut ditujukan untuk menghadapi penerapan industri 4.0 di dalam negeri. 

“Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritasnya adalah peningkatan kualitas SDM. Apalagi, Indonesia sedang menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030 nanti. Ini menjadi peluang bagi kita untuk semakin maju dan sejahtera,” tuturnya dalam keterangan tertulis Minggu (28/4/2019).

Mujiyono menambahkan lembaga pendidikan nasional perlu merubah kurikulumnya dengan menekankan pada bidang Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Menurutnya, industri perlu didukung oleh ketersediaan SDM yang menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan.

Kementerian, lanjutnya, telah membangun Akademi Komunitas Tekstil di Solo, Politeknik Industri Logam di kawasan industri Morowali, Akademi Komunitas Industri Manufaktur di Bantaeng, dan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal sejak 2015. Secara total, Kemenperin telah memiliki 10 politeknik dan 2 akademi komunitas.

Mujiyono menyampaikan pihaknya sedang memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten dan Politeknik Industri Agro di Lampung. Pembangunan tersebut, ujarnya, sejalan dengan upaya pemerintah untuk memacu pertumbuhan dan daya saing industri nasional.

“Dengan menyiapkan tenaga kerja kompeten, industri akan lebih produktif dan inovatif,” ucapnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan pihaknya akan mengucurkan Rp1,7 triliun untuk program pendidikan vokasi industri tahun ini. Menurutnya, program pendidikan vokasi akan menjadi tumpuan dalam pembangunan dan perekonomian di Tanah Air.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan industri, politeknik

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup