Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Infografis perkembangan energi baru terbarukan di Indonesia. - Bisnis/Erlangga Adiputra
Premium

Mengurai Tantangan Pembangkit Hijau di Indonesia

26 Maret 2019 | 15:56 WIB
Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia tak lagi hanya dibicarakan, tapi juga mulai dikembangkan. Namun, pengembangannya tak secepat yang diharapkan.

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan, alias EBT, di Indonesia masih minim meski negara ini sebenarnya kaya Sumber Daya Alam yang bisa digunakan sebagai sumber tenaga listrik.

Sejumlah hal yang menjadi penyebab adalah minimnya penguasaan teknologi di dalam negeri, regulasi yang tidak bersahabat dengan pihak swasta, sulitnya pendanaan untuk membangun pembangkit EBT, hingga keberadaan rente menjadi penghambat pengembangan energi alternatif.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauran EBT untuk pembangkit listrik masih berada di angka 12,4% pada 2018. Sumber energi terbesar untuk pembangkit listrik masih berasal dari batu bara (60,5%) dan gas bumi (22,1%).

Padahal, Indonesia menargetkan bauran EBT untuk pembangkit listrik bisa mencapai 23% pada 2025. Itu berarti, masih ada kekurangan 10,6% bauran EBT untuk mencapai target itu.

Teknisi mengoperasikan mesin turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, Dago, Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/10/2018). PLTA yang dikelola oleh PT Indonesia Power itu masih beroperasi mengalirkan listrik untuk warga Bandung dan sekitarnya./JIBI-Rachman

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top