Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Infografis posisi neraca dagang dan perjanjian dagang Indonesia. - Bisnis/Amri Hidayat
Premium

Ekspor Tak Maksimal, Strategi FTA Jadi Pertanyaan

22 Maret 2019 | 09:26 WIB
Neraca dagang non migas masih babak belur dihantam kekuatan para mitra global yang kini telah meneken banyak perjanjian dagang. Indonesia seolah tak punya peta kekuatan maupun pertahanan bertarung pada era pasar bebas.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak 2014, Indonesia terbilang belum sukses mengubah peruntungan perdagangan dengan negara mitra utama. Ada beberapa mitra utama perdagangan internasional bagi Indonesia yang menyumbang nilai ekspor maupun mengisi kebutuhan impor.

Negara itu antara lain yang berasal dari Asean, Uni Eropa (UE), serta negara mitra lainnya seperti China, Jepang, Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel). Dua negara lain yaitu India dan Taiwan.

Dengan negara-negara Asean, Indonesia mencatatkan penguatan perdagangan. Jika pada 2014, neraca dagang non migas tercatat defisit sebesar US$889,6 juta, maka selepas itu keseimbangan ekspor dan impor selalu menghasilkan surplus. Terakhir, pada tahun lalu, tercatat surplus mencapai US$3,9 miliar.

Mitra strategis kedua yaitu UE. Negara-negara “Benua Biru” selalu mendatangkan untung buat Indonesia.

Meski nilai surplus fluktuatif, hingga kini Indonesia mempunyai catatan perdagangan yang positif. Pada 2014, tercatat surplus sebesar US$4,21 miliar, sedangkan pada tahun lalu mencapai US$2,97 miliar.

Adapun pada periode Januari-Februari 2019, surplus yang sudah dikoleksi sebesar US$440,3 juta.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top