Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Premium

Galang Strategi Tentang Pelarangan CPO Uni Eropa

15 Maret 2019 | 12:08 WIB
Keberlanjutan industri sawit Indonesia masih menghadapi tantangan besar dari isu lingkungan. Teranyar, Uni Eropa melarang penggunaan CPO untuk bahan bakar.

Bisnis.com, JAKARTA -- Isu lingkungan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam perkembangan industri kelapa sawit nasional.

Keputusan Komisi Uni Eropa (UE) menghapus penggunaan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk bahan bakar ditanggapi keras Pemerintah Indonesia dan pelaku industri kelapa sawit. Dalam pernyataannya, Komisi Eropa menganggap CPO tidak layak dijadikan bahan bakar lantaran produksinya merusak lingkungan.

Menurut Komisi Eropa, 45% dari ekspansi produksi minyak sawit sejak 2008 menyebabkan kerusakan hutan, lahan basah atau lahan gambut, dan pelepasan gas rumah kaca yang dihasilkan. Jumlah itu lebih besar dibanding dampak serupa yang timbul akibat ekspansi produk kedelai, bunga matahari, dan rapeseed.

Keputusan tersebut berseberangan dengan kepentingan produsen sawit utama di dunia, yakni Indonesia dan Malaysia. Tanggapan atas keputusan itu sudah diberikan pemerintah kedua negara.

Hamparan perkebunan kelapa sawit membentuk pola terlihat dari udara di Provinsi Riau./Antara

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top