OPTIMALISASI SEKTOR KEHUTANAN : Agroforestry Jadi Solusi

Pelaku industri kehutanan menilai optimalisasi nilai ekonomi sektor kehutanan dapat dilakukan melalui pola kombinasi tanaman kayu dengan tanaman semusim atau agroforestry.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 07 Maret 2019  |  17:43 WIB
OPTIMALISASI SEKTOR KEHUTANAN : Agroforestry Jadi Solusi
Ilustrasi hutan tanaman industri - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri kehutanan menilai optimalisasi nilai ekonomi sektor kehutanan dapat dilakukan melalui pola kombinasi tanaman kayu dengan tanaman semusim atau agroforestry.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto menyampaikan salah satu ciri utama pada skema investasi sektor kehutanan adalah siklus panen yang berjangka panjang. Dengan skema tersebut diperlukan pengaturan pemanfaatan hasil hutan untuk memperoleh panen yang lestari dan berkelanjutan.

“Untuk mendapatkan nilai ekonomi yang optimal dalam pemanfaatan lahan tersebut harus diupayakan tiga pendekatan,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Senin (4/3/2019).

Pertama, optimalisasi pemanfaatan lahan untuk memperoleh penghasilan sebelum masa panen kayu, antara lain melalui pola agroforestry dengan mengkombinasikan tanaman berkayu dengan  tanaman berdaun pendek (semusim).

Agroforestry merupakan suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian.

“Kedua, mendorong industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah yang tinggi pada setiap rantai nilai di industri primer, industri sekunder dan tersier, untuk mendorong efisiensi dalam pengalokasian sumber daya,” lanjutnya.

Terakhir, meminimalkan limbah penebangan melalui teknik Reduced Impact Longging (pembalakan ramah lingkungan) dan memanfaatkan secara ekonomis limbah hasil penebangan  antara lain untuk sumber energi bio massa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kehutanan, industri kehutanan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top