Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Infografis nilai produk dan jasa halal global. - Bisnis/Ilham Nesabana
Premium

Potensi Ekonomi Islam, UU JPH, dan "Kehalalan" Indonesia

04 Maret 2019 | 09:55 WIB
Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dunia, tak heran jika pemerintah ingin Indonesia menjadi penghasil utama produk halal. Namun, ada di mana posisi Indonesia saat ini?

Bisnis.com, JAKARTA -- Cita-cita Indonesia menggarap pasar produk halal di tingkat global secara signifikan terbantu oleh kehadiran Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), yang bakal diimplementasikan pada 17 Oktober 2019.

Jika UU JPH diimplementasikan dengan baik, bukan tak mungkin Indonesia bisa menjadi negara eksportir besar produk halal di dunia.

Produk halal memang punya pangsa pasar yang luar biasa besar dan terus bertumbuh. Laporan State of the Global Islamic Economy Report (GIER) 2018/19 hasil kolaborasi Thomson Reuters, Dubai the Capital of Islamic Economy, dan Dinar Standard menyebutkan perekonomian Islam di seluruh dunia bernilai total US$2,1 triliun per 2017.

Angkanya diproyeksi meningkat menjadi lebih dari US$3 triliun pada 2023.

Pasar makanan dan minuman (mamin) halal, baik untuk populasi Muslim maupun bukan, mencapai US$1,3 triliun pada 2017. Kemudian, pasar busana Muslim sebesar US$270 miliar.

Untuk bidang media dan rekreasi halal, nilainya US$209 miliar. Sementara itu, perputaran uang di wisata halal menyentuh US$177 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top