KLHK Tingkatkan Pengawasan Illegal Logging

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkomitmen keras untuk memberantas Illegal Logging atau pembalakan liar yang masih terjadi di Indonesia.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  18:37 WIB
KLHK Tingkatkan Pengawasan Illegal Logging
Kayu selundupan - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkomitmen keras untuk memberantas Illegal Logging atau pembalakan liar yang masih terjadi di Indonesia.

Direktur Jenderal Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani menegaskan bawah pihaknya akan terus menjaga komitmen dalam memberantas kegiatan pembalakan kayu liar di Maluku dan Papua.

“Kami sudah memiliki database, instrumen pemantauan berteknologi canggih, dan kapasitas SDM yang tinggi," kata Roy, begitu dia dipanggil dalam keterangan resminya, Senin (25/2/2019).

Roy menambahkan sampai saat ini, khusus untuk kasus perdagangan kayu ilegal Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) KLHK telah menyiapkan 24 perkara berupa surat perintah penyidikan-sprindik.

Ke-24 perkara tersebut terdiri atas 4 sprindik untuk KM Hijau Jelita,2 sprindik untuk KM Oriental Gold,6 sprindik untuk KM Strait Mas, dan 12 sprindik untuk KM Selat Mas.

Selain itu, tercatat sampai hari ini L Ditjen Gakkum telah mengamankan 422 kontainer kayu ilegal berisi kayu jenis merbau.

"Para mafia pembalakan liar melawan dengan berbagai cara. Karena itu, kami minta masyarakat dan media massa, serta pihak lainnya turut serta mengawasi
kami agar tetap transparan, akuntabel, dan berkeadilan dalam menegakan hukum,” pinta Roy.

Baru-baru ini Ditjen Gakkum KLHK berhasil mengamankan 14 kontainer kayu ilegal dari Kepulauan Aru, Maluku yang diangkut oleh KM Muara Mas yang dimiliki oleh Temas Line.

Selain itu, KLHK juga kembali berhasil mengamankan 13 kontainer kayu ilegal di penampungan milik PT KAYT di Jl.Margomulyo Indah, Surabaya,
dan 11 kontainer kayu dipenampungan milik PT AGJU di Desa Winong, Pasuruan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kehutanan, kayu, illegal logging

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup