Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan swalayan mengemas barang belanjaan konsumen dengan tas ramah lingkungan di pusat perbelajaan di Denpasar, Bali, Kamis (3/1/2019). Pemerintah Kota Denpasar menetapkan mulai 1 Januari 2019 pedagang tidak lagi memberikan kantong plastik tempat barang bagi pembeli untuk mengurangi pencemaran sampah plastik. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Premium

Naik Turun Rencana Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik

11 Februari 2019 | 14:35 WIB
Kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik di Indonesia masih diliputi ketidakpastian di tengah tingginya volume limbah plastik yang dihasilkan.

Bisnis.com, JAKARTA -- Kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik di Indonesia masih diliputi ketidakpastian di tengah tingginya volume limbah plastik yang dihasilkan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), komposisi sampah plastik di Indonesia sekitar 15% dari total timbunan sampah pada 2015. Jumlah timbunan sampah di tingkat nasional pada waktu yang sama sekitar 175.000 ton per hari atau 64 juta ton per tahun.

Data KLHK tidak berdiri sendiri. Dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada akhir Januari 2019, Indonesia dicap sebagai salah satu penyumbang limbah plastik terbesar. Indonesia menempati peringkat kedua setelah China dalam sumbangan sampah plastik, termasuk di laut.

Dalam skala nasional, peraturan tentang pembatasan penggunaan plastik belum dimiliki Indonesia meski sebenarnya pemerintah sudah pernah melakukan uji coba besar-besaran atas kebijakan ini pada 2016. Ketika itu, pemerintah bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menggelar uji coba kantong plastik berbayar di berbagai daerah, terutama kota-kota besar.

Dalam uji coba itu, konsumen diimbau untuk membawa tas belanja sendiri. Bagi yang tak membawa, bisa memilih untuk membungkus belanjaannya dengan kotak kardus bekas, membeli tas belanja ramah lingkungan yang dijual di supermarket terkait, atau tetap memilih kantong plastik biasa dengan membayar Rp200 per kantong.

Sayangnya, langkah itu hanya terhenti di uji coba dan tak berlanjut lagi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top