Internet Dunia Dikabarkan Terganggu Beberapa Hari, Kominfo Minta Masyarakat Tak Khawatir

Kementerian Komunikasi dan Informatika angkat suara soal beredarnya isu akan ada gangguan internet secara global dalam 1-2 hari ini.
Annisa Margrit | 13 Oktober 2018 14:14 WIB
Ilustrasi internet. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika angkat suara soal beredarnya isu akan ada gangguan internet secara global dalam 1-2 hari ini.
 
Kabar tersebut muncul karena pada Kamis (11/10/2018), Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) melakukan pergantian Key Signing Key (KSK) pada root server-nya.
 
Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (13/10), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan dalam menanggapi isu ini.
 
"Yang berpotensi terdampak dari pergantian KSK root server ICANN adalah Domain Name System (DNS) Resolver milik Internet Service Provider (ISP) yakni DNS yang berfungsi mencari alamat IP dari nama domain yang dituju," papar Kominfo.
 
Ketua Umum Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) Andi Budimansyah menerangkan pergantian root server ICANN telah diantisipasi oleh pengelola nama domain di seluruh dunia sejak dua tahun lalu. Dengan demikian, ISP yang sudah menggunakan DNS Resolver terkini tak akan terdampak. 
 
Namun, ISP Indonesia yang belum menggunakan DNS Resolver terbaru diminta untuk tetap waspada agar tidak berpotensi merugikan para pelanggan ISP. 
 
Kominfo menyatakan ISP atau provider yang menjalankan DNS Resolver harus memastikan bahwa keys root di server DNS Resolver update
 
"Kominfo mengimbau pengguna internet Indonesia tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan apa-apa untuk koneksi internetnya," ujar Kominfo.
 
Jika terjadi anomali, maka masyarakat dapat menghubungi ISP atau provider yang mengelola DNS Resolver-nya untuk memastikan beroperasi dengan baik.
 
Sebelumnya, beredar kabar bahwa ICANN akan melakukan perbaikan sistem kriptografi di infrastruktur internet. Perbaikan dilakukan untuk memperkuat perlindungan DNS dari para peretas serta berjaga-jaga dari serangan penyadapan yang sekarang marak terjadi.

Tag : internet, kominfo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top