Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTPN XI Targetkan Produksi Gula Capai 347.000 Ton

PTPN XI menargetkan produksi gula pada musim giling tahun ini menjadi 347.000 ton dari rencana semula sekitar 410.383 ton.
Pabrik Gula (PG) Mojo di Sragen, Jawa Tengah, milik PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)./JIBI-Pamuji Tri Nastiti
Pabrik Gula (PG) Mojo di Sragen, Jawa Tengah, milik PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)./JIBI-Pamuji Tri Nastiti

Bisnis.com, SURABAYA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menargetkan produksi gula pada musim giling tahun ini menjadi 347.000 ton dari rencana semula sekitar 410.383 ton.

 

Meski terdapat koreksi target, tetapi proyeksi produksi gula tersebut tetap meningkat 35.000 ton dari tahun lalu yang hanya sekitar 312.000 ton.

 

Direktur Utama PTPN XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putra mengatakan koreksi target tersebut dilakukan karena kondisi penurunan produksi tanaman tebu di lahan perkebunan.

 

“Meski terjadi penurunan produksi tanaman akibat tebu berbunga dan mulai bergesernya areal tebu ke komoditas tanaman pangan lain, tapi rendemen kita tahun ini meningkat minimal 0,5 poin dibandingkan tahun lalu,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (20/8/2018).

 

Dia mengatakan pada tahun lalu, per Agustus posisi rendemen gula PTPN XI yakni sekitar 6,64%. Tahun ini, pada periode yang sama, terjadi peningkatan rendemen yakni menjadi 7,21%.

 

“Hingga saat ini proses giling tebu sudah mencapai sekitar 48% atau sekitar 2,2 juta ton tebu dari total sasaran giling 4,6 juta ton tahun ini, dengan produksi gula 182.000 ton,” katanya.

 

Gede menambahkan, proses giling tebu tahun ini diperkirakan akan rampung sampai awal November 2018. Menurutnya, jadwal giling tersebut sudah sesuai dengan yang direncanakan.

 

Direktur Operasional PTPN XI, Daniyanto menambahkan sebagai salah satu upaya untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku tebu, perseroan menargetkan untuk memperluas lahan tebu.

 

“Misalnya untuk pabrik gula di wilayah barat, agar pasokan bahan baku tetap ada, kita targetkan menambah lahan tanam 1.000 ha/tahun,” katanya.

 

Dia menambahkan, saat ini perseroan telah memiliki unit strategis untuk pengembangan area, termasuk mulai menerapkan teknologi Surface Drip Irigation dan lebung guna memenuhi kebutuhan air bagi lahan tebu yang kekeringan.

 

“Sekarang ini terjadi pergeseran lahan tebu yang basah ke lahan kering, otomatis manajemen air jadi kuncinya. Surface Drip Irigation ini sudah diuji coba tahun lalu, dan tahun ini mulai diaplikasikan untuk daerah yang marginal air, disamping perbanyakan lebung air,” imbuhnya.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper