Startup Zanroo Promosikan Potensi Digital Ekonomi Indonesia

Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak pada bidang marketing technology Zanroo berencana memperkenalkan inovasi platform API terbuka yang dapat dijadikan jembatan lintas-saluran teknologi pemasaran bernama Arun pada kuartal IV/2018
Sholahuddin Al Ayyubi | 20 Mei 2018 01:25 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak pada bidang marketing technology Zanroo berencana memperkenalkan inovasi platform API terbuka yang dapat dijadikan jembatan lintas-saluran teknologi pemasaran bernama Arun pada kuartal IV/2018.

Chief Executive Officer (CEO) Zanroo, Chitpol Mungprom mengemukakan Zanroo akan terus meningkatkan wawasan masyarakat tentang pentingnya peranan digital marketing terhadap pelaku usaha domestik maupun Internasional.

Menurutnya, Zanroo juga akan meluncurkan alat media social media intelligence inovatif yang memungkinkan para pelaku usaha untuk menambah pengetahuan mengenai pasar di media sosial yang selama ini belum dapat dijangkau.

"Indonesia kan memiliki tujuan untuk menjadi ekonomi digital terbesar di Asean, dimana perannya akan semakin penting dalam tujuan yang ingin kami capai dalam meningkatkan awareness terhadap pentingnya peran digital marketing untuk pelaku usaha domestik maupun internasional. Itu adalah salah satu alasan mengapa kami mewakili kepentingan Indonesia dan kawasan kami di Konferensi Gartner," tuturnya, Sabtu (19/5/2018).

Dia mengatakan sejak berdiri pada 2013, Zanroo mengalami pertumbuhan pendapatan yang sangat pesat dengan pertumbuhan yang mencapai 250%-300% setiap tahunnya. Dia menjelaskan perusahaan digital marketing itu sudah menerima pendaan seri-A dengan nilai mencapai US$7,4 juta.

“Pertumbuhan kami memberi kemungkinan untuk memperluas dampak pertumbuhan yang positif kepada masyarakat dan klien kami dengan wawasan strategis yang berkelanjutan, dengan captive market untuk digital market di Indonesia, kami ingin membantu pelaku usaha domestik maupun internasional, untuk memahami keragaman pasar di kawasan APAC," katanya.

Tag : digital
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top