3 Pelayaran Swasta Berpeluang Besar Jadi Operator Tol Laut

Tiga perusahaan pelayaran swasta memiliki kans besar untuk menenangkan lelang operator Tol Laut di lima trayek yang dibuka Kementerian Perhubungan.
Rivki Maulana | 22 Maret 2018 00:15 WIB
Temas Line. - temasline.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Tiga perusahaan pelayaran swasta memiliki kans besar untuk menenangkan lelang operator Tol Laut di lima trayek yang dibuka Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan data lelang secara elektronik yang dikutip Bisnis.com, Rabu (21/3/2018), PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. menjadi kandidat kuat sebagai pemenang lelang di tiga trayek. Sedangkan PT Mentari Sejati Perkasa (Mentari Line) dan PT Meratus Line masing-masing diestimasi memenangkan satu trayek.

Dalam evaluasi hasil lelang, Temas Line bertengger di tempat teratas untuk trayek T-9, T-10, dan T-11. Dalam lelang secara elektronik, Temas Line bahkan ditetapkan sebagai pemenang kendati hingga saat ini Kemenhub belum mengumumkan pemenang secara resmi.

Corporate Secretary Temas Line, Marthalia Vigita mengatakan berdasarkan evaluasi lelang, Temas Line memang menempati peringkas teratas. "Ada tiga peserta di T-9, belum ditentukan pemenangnya," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (21/3/2018).

Dalam catatan Bisnis.com, pada 2017, Temas Line juga memenangkan lelang satu trayek dari tujuh trayek yang dilelang. Saat itu, Temas Line menggarap trayek T-4 dengan rute Surabaya-Baubau-Manokwari.

Di lain pihak, Mentari Line menjadi pemenang lelang operator di trayek T-7. Tahun lalu, Mentari Line memenangkan tiga trayek, yakni di T-1, T-2, dan T-10. Sementara itu, Meratus Line juga memenangkan lelang trayek T-12 dengan rute Surabaya-Saumlaki-Dobo.

Secara keseluruhan, Kemenhub membuka 15 trayek Tol Laut tahun ini. Sebanyak enam trayek telah diberikan kepada PT Pelni (Persero) melalui skema penugasan dan dua trayek lainnya ditugaskan ke PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan, partisipasi swasta dalam program Tol Laut telah menciptakan iklim kompetisi.

Dia beralasan, berdasarkan penawaran yang masuk, harga penawaran swasta terbilang atraktif. "Perbedaan harganya sangat baik, 40% lebih efisien," jelasnya.

Budi Karya menuturkan, pihaknya juga menargetkan realisasi muatan balik sebesar 30% tahun ini. Pola operasi pengumpan dan pengumpul atau hub and spoke yang diterapkan tahun ini diharapkan bisa merangsang arus kargo dari Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Pada 2017, realisasi angkutan Tol Laut terbilang rendah. Realisasi angkutan Tol Laut hanya mencapai 212.865 ton atau 41,2% dari target 517.200 ton. Sementara itu, realisasi muatan balik bahkan hanya mencapai 20.274 ton atau hanya 9,52% dari muatan berangkat.

Selain pola, operasi, Kemenhub juga mengubah skema subsidi menjadi berbasis kontainer agar tepat sasaran. Kemenhub akan membatasi kuota ruang muat kapal.untuk mencegah monopoli ruang muat. Secara keseluruhan, total subsidi yang digelontorkan untuk Tol Laut mencapai Rp447,62 miliar atau naik 33% dari alokasi subsidi pada 2017.

Tag : Tol Laut
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top