Metode Pembayaran Hambat Perkembangan Ekonomi Digital

Baru 7,39% pengguna internet di Indonesia yang menggunakan pelayanan perbankan daring.
Dhiany Nadya Utami | 20 Februari 2018 13:57 WIB
Internet Banking. - informasikomputer.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mendorong pengembangan berbagai metode pembayaran daring untuk memudahkan masyarakat bertransaksi digital.

“Di era sekarang ini apa-apa itu harus sudah bisa online, termasuk pembayaran,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, Senin (19/2).

Salah satu upaya pemerintah adalah mendorong berbagai perusahaan rintisan teknologi finansial (tekfin) untuk terus berkembang.

“Kita kuatkan program financial inclusive. Kita harapkan nantinya semua orang punya akun [pembayaran],” ujarnya.

Berbagai solusi yang ditawarkan oleh perusahaan tekfin diharapkan dapat mempermudah orang-orang yang tidak memiliki kartu kredit atau rekening bank untuk melakukan pembayaran.

Masyarakat, lanjutnya, juga perlu diedukasi tentang metode-metode pembayaran alternatif seperti direct carrier billing dan pembayaran lewat pihak ketiga.

Beragamnya metode pembayaran ini diharapkan menggenjot transaksi daring, termasuk pembelian aplikasi berbayar.

Sebaliknya, ia juga meminta agar para pengembang aplikasi memperhatikan kemauan masyarakat dan membuat aplikasi yang dibutuhkan agar dapat mendongkrak angka pengguna aplikasi berbayar.

“Supaya makin banyak pengguna ya harus menyediakan aplikasi yang diinginkan,” ujarnya.

Survei Asosiasi Penyedia Jaringan Internet Indonesia (APJII) menyatakan penetrasi pengguna aplikasi berbayar sendiri baru sebesar 11,41% dari total pengguna internet di Indonesia.

CEO Wali Studio Fauzil Hamdi mengatakan salah satu hambatan utama perkembangan industri aplikasi berbayar di Indonesia adalah kesulitan pengguna untuk bertransaksi daring.

Oleh karena itu, kemunculan berbagai alternatif cara pembayaran turut mendorong perkembangan industri aplikasi di Indonesia.

“Semakin mudah. Seperti bisa potong pulsa dan juga beli voucher via Indomaret. Kalau dulu harus kartu kredit,” ujarnya.

Ia juga mengatakan sebetulnya pengguna internet di Indonesia memiliki daya beli yang cukup kuat.

“Mereka bisa mengeluarkan uang untuk paket [internet], untuk berlangganan pun, dengan harga yang cukup murah untuk aplikasi yang bermanfaat, saya rasa orang Indonesia tidak keberatan,” kata Fauzil.  

Menurut SuperData Research, penagihan lewat operator seluler menyumbang 18,6% dari semua transaksi ggim digital dibandingkan dengan kartu kredit dan debit dengan yang pangsanya 18,1%.

Salah satu operator penyedia layanan tersebut, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyediakan pembayaran pelayanan gim terbesar di Indonesia lewat voucer top up untuk gim daring. Telkomsel juga menyediakan layanan pembelian konten melalui Google Play Store.

“Solusi pembayaran pulsa disambut dengan sangat baik oleh pelanggan, yang ditunjukkan dengan peningkatan penggunaannya yang meningkat hingga 60% pada 2017,” ujar General Manager Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin.

General Manager Corporate Communication XL Tri Wahyuningsih juga mengatakan saat ini kebanyakan pengguna games digital memanfaatkan metode pembayaran potong pulsa.

"Hampir 50% pengguna games digital di XL menggunakan metode pembayaran direct carrier billing," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top