Hari Belanja Online Nasional 2017, Dorong Ekosistem Digital Semakin Baik

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 akan segera digelar pada 12 Desember 2017. Panitia yang terdiri dari para pelaku e-commerce ini juga menyiapkan beberapa inovasi berdasarkan evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya, termasuk solution center.
Agne Yasa | 17 November 2017 01:54 WIB
Konferensi Pers Hari Belanja Online Nasiona (Harbolnas) 2017 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 akan segera digelar pada 12 Desember 2017. Panitia yang terdiri dari para pelaku e-commerce ini juga menyiapkan beberapa inovasi berdasarkan evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya, termasuk solution center. Hal ini juga untuk mendorong ekosistem e-commerce untuk semakin baik ke depannya.

Ketua Panitia Harbolnas 2017 dari Lazada Indonesia Achmad Alkatiri mengatakan tantangan terbesar dalam penyelenggaraan Harbolnas 2017 ini adalah pemulihan dari pengalaman tahun lalu yang masih perlu perbaikan atau pengalaman buruk, seperti diskon palsu.

Untuk itu, tahun ini panitia menaruh fokus terhadap tantangan tersebut dengan menghadirkan solution center untuk mengatasi keluhan yang ada dan terus mengingatkan partisipan dan pelaku e-commerce, untuk penyelenggaraan yang lebih baik.

“Harbolnas ini tujuannya untuk awareness belanja online dan menciptakan image bagus mengenai online shopping, tapi jangan sampai ini jadi sebaliknya, itu tantangan terbesarnya,” ujarnya, Kamis (16/11/2017).

Dia menambahkan para pelaku e-commerce perlu menyiapkan dua sisi, tidak hanya benefit tetapi paling penting operasional. Hal ini menurutnya agar yang berbelanja benar-benar mempunyai pengalaman berbelanja yang baik.

“Untuk mengawal e-commerce aman dan tidak ada masalah dari segi konsumen,” katanya.

Dia menambahkan tdiak dapat dipungkiri bahwa dalam kesempatan ini, para pelaku e-commerce juga memiliki target penjualan yang besar, untuk itu pihaknya berharap hal tersebut dapat tercapai. Di sisi lain, konsumen dapat menggunakan momen ini terutama bagi yang belum mempunyai pengalaman berbelanja online.

“Di Harbolnas, e-commerce manawarkan sesuatu yang lebih. Apalagi di baerah yang belum mencoba online shopping, bisa mencoba,” katanya.

Dia menambahkan hingga pertengahan November 2017 ini, sudah ada 150 e-commerce yang mendaftar untuk terlibat pada Harbolnas 2017 dimana pendaftaran akan dilakukan hingga 28 November 2017.

“Targetnya lebih dari 200 e-commerce, tahun lalu 211 e-commerce terlibat,” ujarnya.

Chief Harbolnas 2016 Miranda Suwanto yang pernah bergabung di Lazada Indonesia mengatakan sejak 2012, Harbolnas diadakan bertujuan untuk mengedukasi konsumen untuk mencoba berbelanja online. Menurutnya, ajang Harbolnas dapat mengedukasi dan meningkatkan kesadaran bahwa berbelanja online aman.

“Pelaku ecommerce bersama-sama meningkatkan layanan dan harapannya lebih banyak lagi konsumen Indonesia mau berbelanja online,” ujarnya.

Dia menambahkan melalui platform online juga, UMKM perlu didorong bahwa berjualan online itu pilihan yang baik karena potensi penjual untuk menjajakan secara online masih sangat besar, tidka terbatas pada satu area.

“Banyak platform menyediakan marketplace, penjual bisa reach jauh lebih banyak konsumen,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Harbolnas, dia berharap para pelaku e-commerce dapat menyiapkan platformnya utnuk pelayanan yang terbaik ke konsumen sehingga konsumen yang sudah sering berbelanja online dan yang baru pertama mencoba juga akan puas.

Chief Harbolnas 2015 yang juga Country General Manager ShopBack Indonesia Indra Yonathan mengatakan visi misi Harbolnas 2017 ingin mengajak UMKM bersama-sama untuk memanfatakan platform digital dan menurutnya pergerakan ini sudah mulai memberikan dampak.

“Bersama-sama dalam wadah Harbolnas ajak UKM go digital, sekarang bisa berjualan luas. Movement go digital push bersama-sama dalam rangka Harbolnas,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
belanja online

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top