Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI KREATIF: Tantangan MEA, Mahasiswa Arsitektur dan Desain Dituntut Kerja Keras

Bisnis,com, JAKARTA - Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat persaingan dalam industri kreatif, terutama bidang arsitektur dan desain, akan menjadi semakin menantang.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 27 Agustus 2016  |  13:54 WIB
INDUSTRI KREATIF: Tantangan MEA, Mahasiswa Arsitektur dan Desain Dituntut Kerja Keras
Ilustrasi. - .ihomedecor.cf
Bagikan

Bisnis,com, JAKARTA - Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat persaingan dalam industri kreatif, terutama bidang arsitektur dan desain, akan menjadi semakin menantang.

Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi di persaingan global, para mahasiswa perlu didorong untuk membangun karir sejak dini.

Edward Harjanto, CEO Arsitag - platform online arsitektur-menyatakan salah satu strategi yang dapat dlilakukan yakni dengan bergabung ke studio arsitektur dan desain sejak masih duduk di bangku mahasiswa untuk berlatih membuat portfolio.

Untuk mendorong hal tersebut, pihaknya bakal secara berkala menggelar event talkshow "Arsitalk" ke kampus-kampus dengan menghadirkan profesional arsitek muda. Event pertamanya digelar di Univesitas Pelita Harapan, Jumat (26/8/2016) dengan tema "How to get a great first job to accelerate your career".

"Di Amerika dan Kanada, mahiswa semester akhir sudah sibuk mencari kerja. Tentu kultur positif seperti ini perlu dicontoh dan diterapkan oleh kaum muda, dan jika perlu terintegrasi dengan sistem pendidikan kita," katanya, Sabtu (27/8/2016).

Leo Einstein Franciscus, Principle Architect dari Einstein & Associates mengungkapkan penyiapan portfolio dan nilai yang bagus sejak di bangku perkuliahan merupakan kunci awal menuju sukses bergabung di firma arsitektur.

"Sebagain besar biro konsultan merekrut fresh graduate yang memiliki nilai (prestasi akademik), kreatifitas, dan sanggup menghadapi high pressure. Ketiga aspek itulah yang dilihat sebuah biro arsitektur saat menerima karyawan, yang dibuktikan dengan nilai atau prestasi mereka saat kuliah.”

Memasuki era ekonomi kreatif, arsitek dan desainer muda harus memacu dan menggali terus daya kreatifitas yang mereka miliki. Sumber inspirasi dapat diperoleh dari kekayaan dan keragaman budaya Indonesia, sehingga arsitek akan mampu berkompetisi dengan profesional arsitek dari luar yang bakal membuat persaingan.

“Sekarang saja sudah ada firma-firma arsitektur dari luar seperti , DP Architects, SCDA, ONG & ONG, WOHA dari Singapura dan Kengo Kuma dari Jepang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arsitektur
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top