Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Lakukan PAA Pembangkit Listrik 4.000 MW November 2015

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menandatangani perjanjian jual beli listrik atau power puchase agreement pembangkit berkapasitas 4.000 Megawatt pada November 2015.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 20 Oktober 2015  |  17:37 WIB
PLN Lakukan PAA Pembangkit Listrik 4.000 MW November 2015
Pembangkit listrik - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menandatangani perjanjian jual beli listrik atau power puchase agreement pembangkit berkapasitas 4.000 Megawatt pada November 2015.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan perseroan memprioritaskan ekspansi pembangkit listrik berkapasitas besar dengan proses pembangunan hingga empat tahun. Hal itu bertujuan agar proyek bisa rampung sesuai target yakni 2019.

Perusahaan pelat merah itu akan melakukan ekspansi antara lain, di Pembangkit Listrik Tanjung Jati B, Indramayu, Cilacap, dan Cirebon.

"Sekarang kami harap ekspansi awal besar-besar dulu. Itu ekspansi, tidak tender melainkan penunjukkan langsung, angkanya berkisar 4.000 MW,"sebutnya, Selasa(20/10/2015).

Menurut dia, pelaksanaan PPA tersebut akan melengkapi kinerja pembangunan pembangkit listrik yang ditargetkan bisa mencapai 10.000 MW pada akhir tahun ini.

Target itu termasuk dalam program pembangkit listrik pemerintah berkapasitas 35.000 MW pada 2014-2019.

"Kami bisa PPA bulan November atau Desember [215], kan sampai akhir tahun ini kira-kira total 10.000 MW,"sebutnya, Selasa(20/10/2015).

Jika sesuai target, total nilai investasi pembangunan pembangkit listrik yang akan digelontorkan pada 2015 bisa mencapai US$20 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik penjualan listrik pln
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top