Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Semen Indonesia Proyeksikan Penjualan Semen di Kaltim Naik 10%

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan penjualan semen di Kalimantan Timur pada tahun ini bisa tumbuh 10% dibandingkan dengan realisasi penjualan pada 2013 yang mencapai 482.000 ton.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 29 April 2014  |  17:15 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan penjualan semen di Kalimantan Timur pada tahun ini bisa tumbuh 10% dibandingkan dengan realisasi penjualan pada 2013 yang mencapai 482.000 ton.

Kepala Departemen Penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Bambang Djoko Sulistiyo mengatakan permintaan semen di provinsi itu cukup tinggi seiring proyek masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).

Karena itu, dia optimistis bisa merealisasikan target pertumbuhan penjualan semen tersebut.

“Kalau satu tahunnya bisa mencapai 600.000 ton, itu sudah cukup bagus,” ujar Bambang kepada wartawan disela penyelenggaraan Seminar Beton, Selasa (29/4/2014).

Bambang menambahkan, permintaan semen di Kaltim pada 2013 mencapai 1,78 juta ton.

Dari angka tersebut, Semen Indonesia hanya mampu mensuplai sebesar 36,92% dari kebutuhan atau sekitar 482.000 ton.

Kondisi ini menunjukkan peluang pasar semen di Kaltim masih cukup terbuka lebar mengingat permintaan yang tinggi.

Untuk itu, Semen Indonesia pun telah membangun pabrik pengepakan semen di Kariangau, Balikpapan guna menambah pabrik pengepakan yang telah dimiliki perseroan di Palaran, Samarinda.

Suplai semen di Kaltim selama ini berasal dari pabrik di Tuban dan Gresik, Jawa Timur serta Biringkassi, Sulawesi Selatan.

“Masing-masing pabrik pengepakan berkapasitas 600.000 ton per tahun. Rencananya, untuk packing plant [pabrik pengepakan] di Kariangau akan beroperasi pertengahan tahun depan,” kata Bambang.

Nantinya, pabrik pengepakan di Balikpapan akan melayani suplai ritel di seluruh wilayah kota itu dan selatan Kalimantan Timur.

Sedangkan pabrik pengepakan di Palaran berkonsentrasi untuk melayani daerah yang lebih dekat dengan jangkauannya.

Selain itu, Bambang menambahkan, pihaknya juga sedang meningkatkan kapasitas produksi melalui pabrik di Rembang, Jawa Tengah dan Padang, Sumatra Barat masing-masing sebesar 3 juta ton.

Adapun kapasitas produksi eksisting saat ini sudah mencapai 31,8 juta ton dengan kemampuan pabrik yang sudah hampir maksimal.

Menurut Bambang, industri semen adalah penopang pertumbuhan ekonomi. Ketersediaan semen akan sangat menentukan pembangunan sarana infrastruktur yang nantinya akan mengungkit gairah sektor ekonomi lainnya, seperti properti, pertanian, hingga energi.

Karena itulah, lanjut dia, keberadaan industri semen perlu didorong agar bisa menghasilkan bahan semen yang tepat mutu bagi pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, pakar jalan dan jembatan Lanny Hidayat mengatakan konsumen perlu memilih jenis semen dengan cermat untuk mendapatkan kekuatan bangunan seperti yang direncanakan.

Apabila salah dalam memilih, kualitas bangunan tentu akan menurun karena ada reaksi dari lingkungan yang mempengaruhinya.

“Misalnya dengan menggunakan portland cement (PC) di lingkungan asam, ini akan bisa menyebabkan tulangan korosi karena osmosis sulfur dari lingkungan,” ujarnya.

Bambang menambahkan edukasi kepada pelanggan seperti seminar tersebut penting karena bisa memberikan pengetahuan kepada konsumen mengenai peruntukan semen yang tepat.

Pemilihan yang tepat, menurutnya, akan mendorong tercapainya realisasi masa berlaku bangunan sesuai dengan yang direncanakan.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen indonesia kaltim
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top