Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BATUBARA: Kejar produksi 10 juta ton, Permata Energy tambah investasi

JAKARTA: Permata Energy Resources mengalokasikan investasi US$30--US$50 juta pada tahun depan untuk mengejar target produksi batu bara sebesar 10 juta ton.  Aris Munandar, Direktur Permata Energy Resources mengatakan dana tersebut berasal dari kombinasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  22:34 WIB

JAKARTA: Permata Energy Resources mengalokasikan investasi US$30--US$50 juta pada tahun depan untuk mengejar target produksi batu bara sebesar 10 juta ton.  Aris Munandar, Direktur Permata Energy Resources mengatakan dana tersebut berasal dari kombinasi dana internal dan perbankan."Awal tahun depan kami juga berencana go public. Prospektus sudah masuk ke Bapepam," ujar Aris ketika ditemui Bisnis di kantornya hari ini, Rabu (12/12).Turunnya harga batu bara sepanjang 2012 tidak membuat Permata Energy Resources mengurungkan niat Initial Public Offering (IPO) pada awal tahun depan. Ups and downs di bisnis ini telah dialami sebelumnya, mulai dari faktor eksternal hingga internal."Kami ngga mau timing the market. Harga batu bara tahun ini memang turun, kami jadi melakukan perubahan desain tambang, tapi tidak melakukan efisiensi karena perusahaan kami masih ekspansi," ujarnya.Aris mengatakan Permata Resources saat ini adalah perusahaan yang sedang berkembang dan sedang giat-giatnya membangun infrastruktur seperti jalan dan conveyor, untuk mendukung rencana ekspansi."Tahun ini target produksi batu bara kami 5 juta ton. Tahun depan targetnya double jadi 10 juta ton, 80%-nya dari Permata grup," jelasnya.Permata Resources memiliki 100% tambang batu bara dan merupakan holding company di 2 perusahaan, yakni PT Riau Baraharum dan PT Nusantara Termal Coal.Kedua perusahaan itu merupakan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) masing-masing berlaku hingga 2035 dan 2036.Tambang batu bara PT Riau Baraharum berlokasi di Indragiri-Hulu, Riau. Tambang tersebut berproduksi sejak 2005. Dari lahan seluas 24.450 hektar, yang berproduksi masih kurang dari 5.000 hektar.Sementara, tambang batu bara PT Nusantara Termal Coal berlokasi di Muara Bungo, Jambi di atas lahan seluas 2.832 hektar. Tambang tersebut mulai berproduksi sejak 2007.Ada pun kualitas batu bara yang diproduksi berkisar antara 5.200-5.500 KKal/Kg (GAR). Sekitar 80% dari total produksi batu bara perusahaan diekspor ke Malaysia, Thailand, India, Taiwan, dan China."Tapi kami juga sudah kena kewajiban pasok untuk domestik atau DMO sekitar 20%. Kami ikut memasok batu bara untuk kebutuhan PLN, semen, hingga pabrik kertas," tambah Aris.Selain memiliki dua tambang batu bara di Sumatra, Permata Resources juga memiliki 5 afiliasi di Kalimantan. Menurut Aris, visi Permata Resources ke depan juga ingin menjadi trading company. (arh)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Vega Aulia Pradipta / Hanum Kusuma Dewi

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top