Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGENDALI INFLASI: Tim diaktifkan untuk stabilisasi

JAKARTA: Pemerintah akan terus mengaktifkan peran Tim Pengendalian Inflasi di tingkat pusat dan daerah untuk menciptakan stabilisasi harga di dalam negeri yang diklaim kondisi inflasinya stabil dalam 5 tahun terakhir ini.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 16 Mei 2012  |  14:43 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan terus mengaktifkan peran Tim Pengendalian Inflasi di tingkat pusat dan daerah untuk menciptakan stabilisasi harga di dalam negeri yang diklaim kondisi inflasinya stabil dalam 5 tahun terakhir ini.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan  dalam 5 tahun terakhir ini, tren inflasi di dalam negeri terkelola dengan baik, bahkan saat terjadi gejolak  harga pangan dan energi di tingkat dunia.“Saya  dukung prakarsa jajaran  pemerintah dan Bank Indonesia untuk memerankan  dan mengaktifkan tim pengendali inflasi di tingkat  pusat maupun tingkat daerah. Mengingat pentingnya apa  yang mereka lakukan,” kata Presiden Yudhoyono saat membuka rapat koordinasi nasional III Tim Pengendalian Inflasi daerah tahun 2012 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Kamis, 16 Mei 2012.SBY menginstruksikan jajarannya di pemerintahan untuk  selalu berupaya mencari solusi untuk mengendalikan inflasi di dalam negeri  yang tepat, aplikatif dan implementatif, dan tidak teoritis.Kepala Negara mengatakan kondisi  makro ekonomi suatu negata  akan disokong  oleh tiga faktor utama, yaitu  terus terjadinya pertumbuhan ekonomi, terciptanya  lapangan  pekerjaan, dan kondisi harga  di dalam negeri yang stabil serta  terjangkau.“Tidak mungkin kita mendapatkan solusi kalau kita tidak memahami seluk beluk pengendalian inflasi,” kata SBY. (arh)

 

 

JANGAN LEWATKAN:+ IHSG SIANG: Indeks kian jauh dari 4000

+ Proyek MP3EI berpotensi langgar ham

+ Reksa dana tetap perlu wajib peringkat

+ TRAGEDI SUKHOI: Jadi tanda tanya kenapa black box hangus terbakar

+ Antam turunkan harga buybackRp8.500 per gram

+ HARGA KOMODITAS: Indeks naik meski minyak terkoreksi

+ EURO bergerak flat


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top