Ini Alasan Tokopedia Mengganti TokoCash Menjadi OVO

Head of Corporate Communications Tokopedia Priscilla Anais mengungkapkan dengan kerja sama strategis tersebut, Tokocash sepenuhnya melebur menjadi bagian dari OVO.
N. Nuriman Jayabuana | 08 November 2018 08:29 WIB
Karyawati berjalan di kantor Tokopedia, di Jakarta. - Bloomberg/Dimas

Bisnis.com, JAKARTA -- Tokopedia telah resmi mengganti layanan dompet digital Tokocash dengan platform pembayaran OVO.

Dengan demikian, pengguna Tokocash secara otomatis bermigrasi menjadi pengguna akun OVO yang dapat diaktifkan secara langsung melalui aplikasi Tokopedia.

Head of Corporate Communications Tokopedia Priscilla Anais mengungkapkan dengan kerja sama strategis tersebut, Tokocash sepenuhnya melebur menjadi bagian dari OVO. Perusahaan mengaku memiliki pertimbangan tersendiri ketika memutuskan bermitra dengan OVO ketimbang sederet perusahaan pemegang lisensi uang elektronik lainnya dari Bank Indonesia (BI).

"Tokopedia percaya dengan misi OVO untuk menjadi ekosistem terbuka. Dengan kerja sama ini, maka seluruh pengguna Tokopedia yang memiliki OVO tidak hanya dapat bertransaksi dengan mudah di platform Tokopedia, tapi juga mendapatkan kemudahan di ekosistem OVO lainnya, termasuk jaringan Grab untuk ride hailing, layanan antar makanan, logistik, hingga jaringan offline, mulai dari warung hingga restoran," paparnya kepada Bisnis (7/11/2018).

Dengan pendekatan ini, Tokopedia meyakini gerakan non tunai akan lebih cepat terwujud dan akan mendorong keuangan inklusi. Misi Tokopedia untuk ikut mendorong pemerataan ekonomi secara digital juga akan lebih cepat terealisasi.

Tokopedia mengikuti langkah sejumlah perusahaan e-commerce yang menghadapi tantangan dalam penyesuaian aturan teknis BI terkait penyelenggara uang elektronik. 

Bank sentral Indonesia menetapkan syarat bagi pemohon izin penyelenggara uang elektronik yang berasal dari lembaga non bank mesti memiliki kepemilikan saham domestik sebesar 51%. Dengan ketentuan itu, Tokopedia memutuskan untuk menggandeng mitra teknologi finansial yang telah memperoleh lisensi penyelenggara uang elektronik dari BI untuk mempertahankan layanan tersebut.

OVO, yang bernaung di dalam PT Visionet Internasional, merupakan salah satu penerbit uang elektronik yang memperoleh lisensi dari BI.

Kompetitor Tokopedia, Bukalapak dan Shopee turut bermitra dengan platform pembayaran digital pemegang lisensi uang elektronik. Bukalapak bermitra dengan Dana yang bernaung di bawah PT Espay Debit Indonesia, sedangkan Shopee bekerja sama dengan PT AirPay Int Indonesia.

Tag : tokopedia, ovo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top