Puna Alap-Alap Menjadi Unggulan BPPT di Indo Defence Expo & Forum 2018

Pesawat nirawak Puna Alap-Alap yang saat ini sedang dalam tahap uji coba oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjadi inovasi unggulan yang dipamerkan di Indo Defence Expo & Forum 2018.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 07 November 2018 16:05 WIB
Puna Alap-Alap, pesawat nirawak buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dipamerkan di Indo Defence Expo & Forum 2018 di Jakarta, Rabu (7/11). - Bisnis/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA -- Pesawat nirawak Puna Alap-Alap yang saat ini sedang dalam tahap uji coba oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjadi inovasi unggulan yang dipamerkan di Indo Defence Expo & Forum 2018.

Inovasi ini sudah dikembangkan sejak 2009. Puna Alap-Alap merupakan pesawat tanpa awak yang mampu terbang sampai 12.000 feet dengan jangkauan terbang sejauh 100 kilometer (km) dan bisa terbang selama 6 jam.

"Saat ini, kami masih [harus melakukan] uji terbang satu kali lagi untuk mendapatkan sertifikasi dari Indonesian Military Aircraft Authority (IMAA)," papar Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe, Rabu (7/11/2018).

Sertifikat IMAA penting karena menjadi syarat agar drone hasil inovasi anak bangsa ini bisa digunakan kalangan militer Indonesia.

Dia mengatakan Puna Alap-Alap dapat digunakan untuk keperluan seperti pemetaan lahan yang biasa dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), keperluan Search And Rescue (SAR), keperluan pemantauan pertambangan ilegal, dan sebagainya.

"Banyak nanti peruntukkannya, termasuk kebakaran hutan ya. [Puna Alap-Alap] Bisa terbang enam jam, bisa mengurangi penggunaan helikopter, bisa menggunakan drone saja, karena semua data real time, jadi perpanjangan tangan untuk patroli akan sangat membantu," terang Wahyu.

Tag : bppt, Drone
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top