Pengembangan IoT Telkomsel Fokus di Agritech

Beberapa startup yang telah berkolaborasi dengan Telkomsel di antaranya  Habibi Garden, Mertani, JALA, dan Fishgato.
Dhiany Nadya Utami | 29 Oktober 2018 08:57 WIB
Petambak memperlihatkan udang lobster hasil budidaya di keramba apung, Pelabuhan Lama Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (30/1). - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) getol menggandeng perusahaan rintisan yang fokus mengembangkan teknologi internet of things di bidang pertanian.

VP Corporate Planning Telkomsel Andri Kristianto mengatakan saat ini mereka tengah menginkubasi perusahaan rintisan di bidang teknologi pertanian (agriculture technology/agritech). Menurutnya, potensi pertanian di Indonesia sangat besar dan erat dengan solusi IoT.

Andri menyebut beberapa penggunaannya antara lain untuk urban farming, lahan perkebunan industri seperti kelapa sawit, peternakan sapi potong dan sapi perah, hingga aquaculture seperti tambak ikan, lele, dan udang.

“[Contohnya] salah satu masalah petani ikan 80% cost itu untuk pakan. Jadi mereka sering over feeding, itu kan costly sekaligus membuat kualitas air juga menurun. Itu yang sedang kita coba otomatisasi lewat teknologi ini,” tuturnya saat ditemui usai peresmian Telkomsel Experience Zone, Jumat (26/10/2018).

Mereka kemudian menggandeng perusahaan-perusahaan rintisan untuk membuat solusi, terutama untuk bidang agrikultur. Beberapa startup yang telah berkolaborasi dengan Telkomsel di antaranya  Habibi Garden, Mertani, JALA, dan Fishgato.

Para startup ini dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Laboratorium IoT milik Telkomsel. Selain jaringan, Telkomsel menyediakan developer kit serta perangkat keras khusus solusi IoT serta mentor-mentor untuk pembinaan lebih lanjut.

“Kami bisa bantu teman-teman startup untuk menyasar ke pelanggan yang tepat, karena kadang korporat kita itu punya masalah tapi nggak tau juga siapa yang bisa menyediakan solusi buat mereka. Jadi pengembangannya bukan hanya teknis tapi pengembangan bisnis,” tutur VP Technology & System Telkomsel Indra Mardiatna.

Saat ini laboratorium tersebut baru ada di Jakarta dan Bandung tetapi tahun depan Telkomsel akan membuat fasilitas serupa di Surabaya dan Jogja. Alasannya, sepanjang 2018 ini mereka melihat banyak perusahaan rintisaan yang berbasis di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Laboratorium IoT merupakan salah satu upaya Telkomsel menghidupkan ekosistem IoT di Tanah Air. Indra menilai Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk bisnis IoT, apalagi menurutnya tidak ada industri yang tidak membutuhkan solusi IoT sehingga ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk perusahaan rintisan.

“Indonesia itu pasarnya gede, potensinya besar, masalah yang butuh solusinya banyak, tapi ekosistemnya masih belum mature,” kata Indra.

Tag : Internet of Things
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top