Unicorn Baru di Indonesia Bakal Lahir dari Tiga Sektor Ini

Unicorn atau perusahaan rintisan digital dengan nilai US$1 triliun baru disebut bakal lahir dari tiga sektor yakni pendidikan, kesehatan, dan finansial. 
Duwi Setiya Ariyanti | 13 Oktober 2018 10:16 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, KUTA -- Unicorn atau perusahaan rintisan digital dengan nilai US$1 triliun baru disebut bakal lahir dari tiga sektor yakni pendidikan, kesehatan, dan finansial. 
 
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan terdapat tiga sektor yang akan menjadi asal unicorn gelombang kedua. Saat ini, Indonesia sudah memiliki beberapa unicorn yakni Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka yang mampu mengembangkan bisnisnya dan menggarap pasar yang lebih besar.
 
Di bidang pendidikan, ada peluang lebih besar untuk memanfaatkan belanja pemerintah yang mencapai 20% dari total belanja negara tiap tahunnya. Oleh karena itu, jika bisa mendapatkan 10% saja dari anggaran total pendidikan, maka akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan rintisan di sektor ini.

Belanja pemerintah di sektor pendidikan rata-rata mencapai Rp400 triliun dalam setahun. 

"Selalu orang bertanya ke saya siapa unicorn berikutnya. Clue-nya, pertama, pendidikan. Mengapa pendidikan?  APBN kita 20% harus digelontorkan ke pendidikan. Tahun ini saja Rp400 triliun," ujarnya saat menghadiri acara Next Indonesia Unicorn di Bali, Sabtu (13/10/2018).
 
Lalu, di bidang kesehatan. Alasannya, pemerintah juga membelanjakan 5% dari total anggaran setiap tahunnya pada sektor ini. 
 
Terakhir, di bidang finansial karena teknologi finansial (tekfin) kini tengah menanjak. Rudiantara menyebut investor tertarik pada bidang-bidang yang menunjukkan pertumbuhan tinggi dalam tempo singkat.
 
"Tekfin itu traksinya tinggi. Investor suka yang traksinya tinggi, itu yang tiba-tiba tinggi naiknya," terangnya.
 
Oleh karena itu, pada kesempatan ini pihaknya mendorong agar startup yang ada bisa naik kelas melalui fasilitas pendanaan dari para investor.

Dalam acara ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga mengundang pemodal ventura dari 13 negara yang siap menyuntikkan dana kepada startup yang menawarkan peluang besar untuk bertumbuh.

Tag : kominfo, StartUp
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top