Dewan Pers Akan Verifikasi Keanggotaan AMSI

Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetya menyatakan keputusan apakah AMSI memenuhi syarat menjadi konstituen Dewan Pers ditargetkan dilakukan pada awal Desember 2018.
Annisa Margrit | 27 Agustus 2018 16:43 WIB
Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Dewan Pers berfoto bersama usai penyerahan berkas organisasi dari pengurus AMSI di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (27/8). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Dewan Pers akan segera memverifikasi keanggotaan dan kepengurusan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetya menyatakan keputusan apakah AMSI memenuhi syarat menjadi konstituen Dewan Pers ditargetkan dilakukan pada awal Desember 2018.

Dewan Pers telah menerima pendaftaran berkas organisasi dari pengurus AMSI, yang dipimpin Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut, pada Senin (27/8/2018).

Dia mengatakan Dewan Pers menyambut baik pendaftaran dari organisasi-organisasi penerbit media siber. Saat ini, ada lebih dari 45.000 media online di Indonesia tapi kompetensi para pengelolanya masih dipertanyakan.

"Program Dewan Pers seperti verifikasi media dan sertifikasi jurnalis sebenarnya bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas media-media siber," tutur Stanley, panggilan akrab Yoseph, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (27/8).

Dia menegaskan AMSI mesti bisa mengawal perkembangan media digital di Indonesia.

Dewan Pers mengungkapkan memiliki program kerja untuk turun dan meninjau media di 34 provinsi. Program itu akan digunakan untuk turut memverifikasi keanggotan AMSI. 

Dalam kesempatan yang sama, Wenseslaus mengakui persiapan pendaftaran AMSI ke Dewan Pers membutuhkan waktu cukup lama. AMSI dideklarasikan pada April 2017. 

Lamanya persiapan pendaftaran itu, ujar Chief Content Officer Kapan Lagi Network ini, disebabkan oleh kehati-hatian pengurus dalam memverifikasi anggotanya.

"Sejak Kongres AMSI pada Agustus 2017 yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, kami menetapkan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dengan syarat keanggotaan cukup ketat sesuai standar organisasi pers," terangnya.

Setelah AD/ART terbentuk, baru lah AMSI meminta 15 wilayah melakukan konferensi wilayah satu per satu. Meski demikian, sejumlah program penguatan kapasitas jurnalistik anggota AMSI diklaim sudah berjalan.

"Kami sempat mengadakan pelatihan mengatasi hoaks bekerja sama dengan Google," lanjut Wens.

Setiap media anggota AMSI akan memiliki fitur cekfakta untuk memudahkan pembaca memeriksa mana informasi yang hoaks dan mana yang bukan.

Saat ini, AMSI sudah memiliki 211 media sebagai anggotanya di 15 provinsi. Selain itu, hampir semua media online arus utama di ibu kota adalah anggota AMSI.

Tag : dewan pers, media online
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top