Pascaregistrasi Prabayar, XL Belum Bisa Tambah Pelanggan 'Mahal'

ARPU XL secara keseluruhan turun 9%. Perinciannya, ARPU prabayar turun 9% yakni dari Rp33.000 pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp30.000.
Duwi Setiya Ariyanti | 31 Juli 2018 17:22 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Pendapatan per pelanggan (ARPU) PT XL Axiata Tbk. turun sebesar 9% pada semester I/2018 kendati rezim registrasi kartu SIM prabayar mendorong pelanggan melakukan isi ulang yang berpeluang menaikkan ARPU. 

Dikutip dari info memo XL semester I/2018, Selasa (31/7/2018), ARPU XL secara keseluruhan turun 9%. Perinciannya, ARPU prabayar turun 9% yakni dari Rp33.000 pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp30.000. 

Sementara itu, untuk ARPU pascabayar turun lebih dalam yakni 11% bila dibandingkan dengan semester I/2017 yakni dari Rp116.000 menjadi Rp103.000.  

Bila dikaitkan dengan kebijakan registrasi kartu SIM prabayar, seharusnya mulai 1 Mei 2018 para konsumen yang kerap berganti kartu akan menggunakan nomor yang sama dan melakukan isi ulang. Adapun, perilaku konsumen ini, sebelumnya diharapkan bisa mendorong ARPU yang lebih tinggi melalui kebiasaan isi ulang  pulsa. 

Pascaregistrasi kartu SIM prabayar pun terlihat pada jumlah nomor prabayar XL di jaringan. Bila dibandingkan dengan periode yang  sama tahun lalu, jumlah nomor XL di jaringan masih menunjukkan pertumbuhan tipis yakni 4% dari 49,9 juta nomor menjadi 52 juta.

Kendati demikian, bila dibandingkan dengan jumlah nomor prabayar di jaringan pada kuartal I/2018, jumlahnya menurun 3% atau 1,7 juta dari 53,7 juta menjadi 52 juta nomor. 

Pertumbuhan jumlah nomor pascabayar justru lebih tinggi yakni naik 53% dari periode yang sama tahun lalu, 582.000 nomor ke 891.000 nomor. Bila dibandingkan dengan capaian pada kuartal I/2018, pertumbuhannya 10% yakni dari 804.000 nomor menjadi 891.000 nomor. 

Akibatnya, perolehan di paruh pertama 2018 ini belum bisa menutup dampak registrasi kartu secara penuh.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp4 triliun. Dari sisi kerugian, perusahaan masih menyisakan Rp82 miliar atau naik 157% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan laba Rp143 miliar.

Di sisi lain, bila dibandingkan capaian di kuartal I/2018, perusahaan masih mendapatkan laba Rp15 miliar. 

Tag : seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top